I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki
For read a book, Please sign into your account.
login"I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki" adalah sebuah buku yang ditulis oleh penulis berkebangsaan Korea Selatan, Baek Se Hee.
Seorang wanita kelahiran tahun 1990 yang lulus dari jurusan sastra dan bekerja di salah satu penerbit, yang selama 10 tahun mengalami depresi ringan berkepanjangan (dalam istilah medis disebut juga dengan distimia) dan gangguan kecemasan. Buku ini sangat populer di negara asalnya, sehingga banyak diterjemahkan ke berbagai macam bahasa.
Melalui buku ini, penulis ingin berbagi pengalamannya secara jujur, bagaimana ia merasa tidak baik-baik saja, lalu meminta saran ahli, kemudian mencoba bangkit dan berusaha menyembuhkan dirinya sendiri. Baek Se Hee ingin memberitahu pada pembaca bahwa pada akhirnya kita hanya perlu sedikit lebih mencintai diri kita sendiri.
Baek Se Hee, seorang penulis yang mengalami depresi berkepanjangan. Ia sudah mengunjungi berbagai psikolog maupun psikiater yang berbeda, tetapi tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya pada tahun 2017, ia menemukan rumah sakit yang cocok dan menjalani pengobatan rutinnya di sana, baik menggunakan obat maupun dengan metode konsultasi.
Judul buku ini diambil dari apa yang dirasakan oleh penulis. Karena disaat penulis sedang merasa sedih dan ingin menangis, lalu merasakan sebuah kekosongan di hatinya. Lucunya, meskipun penulis merasakan kekosongan itu ia tetap pergi untuk makan tteokpokki (makan khas Korea berupa kue beras yang dimasak dalam bumbu pasta cabai). Ia juga mengatakan, setelah memakannya ia merasakan perasaan yang ambigu. Tidak merasa sedih, tidak pula merasa bahagia.
Di setiap kunjungan konsultasinya, psikiater menanyakan hal-hal mendasar seputar kehidupan sehari-hari yang dijalani oleh Baek Se Hee. Ia menanyakan pula berbagai perasaan yang timbul apabila dihadapkan oleh sebuah situasi yang berbeda-beda. Ada banyak kutipan menarik yang termuat di dalam buku ini.
Siti Najwa
1 year agoBuku ini ditulis dengan gaya yang sangat jujur dan langsung, seperti kamu sedang berbicara dengan teman yang sedang berbagi cerita tentang perasaan mereka. Baek Se-Hee mengungkapkan perasaannya yang campur aduk dengan sangat terbuka, jadi pembaca bisa benar-benar merasakan apa yang dia alami. Di dalamnya juga ada banyak percakapan dengan terapisnya, yang membantu Baek untuk menemukan cara menghadapi perasaan depresi dan kecemasannya. Walaupun topik yang dibahas cukup berat, buku ini tetap terasa ringan karena Baek Se-Hee menulisnya dengan cara yang mudah dipahami dan kadang ada humor kecil yang membuat ceritanya tidak terlalu gelap. Buku ini mengajarkan kita bahwa meskipun hidup bisa terasa sulit dan penuh masalah, ada hal-hal kecil, seperti makan tteokbokki, yang bisa memberi kebahagiaan dan memberi kita alasan untuk terus bertahan. Secara keseluruhan, I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki adalah buku yang cocok buat kamu yang ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana orang yang berjuang melawan depresi bisa merasa dan bagaimana mereka mencari cara untuk tetap bertahan. Buku ini juga bisa jadi pengingat kalau kadang kebahagiaan itu datang dari hal-hal sederhana yang kita sukai.
-
- 2 years ago
buku nya sangat bagus👍👍 setelah baca ini aku jadi lebih mencintai diri sendiri🫰🏻 -
- 1 year ago
Relate banget sama Baek Se Hee! Kadang pengen ngilang, tapi pas liat makanan jadi semangat lagi. -
- 1 year ago
Kalau lagi butuh bacaan yang bisa bikin merasa dipahami, buku ini cocok banget buat dibaca. Buku ini tuh bukan sekedar tentang pengalaman penulis yang menghadapi depresi dan kecemasan, tapi juga jadi pengingat kalau kita nggak sendirian dalam berjuang menghadapi perasaan yang berat. Bahasanya juga santai, penulis nyeritain proses terapinya dengan psikiater, lengkap dengan percakapannya yang membahas hal-hal sederhana, yang tanpa sadar sering banget kita alami, kaya rasa cemas berlebihan, kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, sampai perasaan merasa ga cukup baik untuk dunia ini. Pas baca, rasanya kayak ngobrol sama temen yang bener bener ngerti apa yang kita rasain. Yang aku suka dari buku ini adalah cara Baek Se Hee nyadarin pembaca tentang pentingnya hal-hal kecil dalam hidup. Hal yang ngajarin kalau kebahagiaan nggak harus datang dari sesuatu yang besar atau mewah. Bahkan hal sederhana, kayak makanan favorit, bisa jadi alasan buat bertahan dan tetap berjalan maju. Buku ini juga ngasih pelajaran kalau cari bantuan profesional adalah langkah penting dalam proses penyembuhan. Cocok banget buat yang lagi ngerasa capek, atau butuh dorongan buat bangkit lagi dari kehidupan. Buku ini nggak cuma ngasih kita harapan, tapi juga bikin kita sadar kalau mencintai diri sendiri itu bukan hal egois, melainkan kebutuhan. Sangat direkomendasikan untuk dibaca🫶🏻
Nandita Putri XII IPS 2
1 year agoSangat direkomendasikan untuk dibaca, bagus banget isi bukunya👍🏻