Rumah Kaca
For read a book, Please sign into your account.
loginRumah Kaca merupakan rangkaian terakhir dari novel sejarah Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer yang terbit pada 1988 oleh Lentera Dipantara. Tiga novel lain sebelum Rumah Kaca yakni Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, dan Jejak Langkah. Keempat novel ini biasa disebut sebaga Tetralogi Buru.
Dinamakan Rumah Kaca karena judul tersebut menggambarkan metafora bagi sistem pengarsipan yang dijalankan oleh pihak kolonial. Operasi pengarsipan ini digambarkan sebagai upaya kolonial untuk memonitor dan merekam semua kegiatan yang dilakukan oleh aktivis pergerakan Indonesia.
Arsip tersebut dianggap sebagai mata radar Hindia yang tersebar di berbagai tempat, mencatat setiap gerak-gerik yang dilakukan oleh para aktivis. Pramoedya Ananta Toer menggunakan istilah "kegiatan pe-rumahkaca-an" untuk menyebut politik arsip tersebut.
Istilah rumah kaca mencerminkan karakteristik pengawasan dan pemantauan yang ketat, seolah-olah seluruh aktivitas pergerakan tersebut terpantau dan dicatat seperti dalam sebuah rumah kaca.
Muhammad Bishma D. Oktober XII MIPA 2
1 year agoKeren novelnya🤩
-
- 1 year ago
Rumah Kaca seru banget! Ceritanya tentang Jacques, polisi kolonial yang ngehancurin Minke tapi diam-diam kagum sama dia. Penuh konflik batin, buku ini nggak cuma soal penjajahan, tapi juga gimana kekuasaan bikin orang lupa nurani. Wajib baca! -
- 1 year ago
Cerita nya seru sekali dan menginspirasi, penggambaran cerita politik masa kolonial yang unik, wajib baca sih ini -
- 1 year ago
Ceritanya menarik sih karena membawa tema penjajahan, cuman si protagonis nya punya kepribadian yang kurang saya sukai, selebihnya novel ini seru dan boleh dibaca buat yang suka novel bertemakan sejarah -
- 1 year ago
ceritanya menarik dan seru banget! -
- 1 year ago
Menarik banget sii ceritanya untuk dibaca, apalagi anak muda seperti kita harus semangat untuk mencintai dan membela tanah air
Hazby Muhammad
1 year agoNovel Rumah Kaca ini memberikan pelajaran bahwa menjalani hidup haruslah memiliki prinsip dan komitmen serta tetap teguh pada kebenaran meskipun ditawarkan jabatan tinggi maupun harta. Selain itu, untuk mendapatkan apa yang kita inginkan diharuskan untuk kerja keras. Jangan pantang menyerah hanya karena beberapa hambatan.