Buya Hamka atau Abdul Malik Karim Amrullah, lahir di Agam, Sumatra Barat, pada 17 Februari 1908. Ia merupakan putra dari pasangan Abdul Karim Amrullah dan Sitti Shafiah.
Buya Hamka adalah seorang otodidak dalam berbagai ilmu pengetahuan, mahir berbahasa Arab, dan banyak meneliti karya-karya pujangga besar dari Timur Tengah.
Saat bekerja di majalah, ia merilis karya tulisan pertama bertajuk Chatibul Ummah yang berisi kumpulan pidato dari yang pernah didengarnya di Surau Jembatan Besi.
Kemudian ada Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Dalam bagian isinya terdapat ceramah atau kuliah subuh yang pernah ia sampaikan di Masjid Agung Al-Azhar sejak 1959.
Lahir dan besar di tanah Minang membuatnya banyak tahu akan adat dan tradisi di sana, sehingga terbitlah sebuah novel klasik berjudul Di Bawah Lindungan Ka'bah.
Novelnya berisi tentang pandangannya mengenai pola pikir orang yang suka mengelompokkan berdasarkan kasta. Sebab menurutnya hal itu bertentangan dari Islam.
Di mata Buya Hamka semua orang memiliki kedudukan sama di mata Allah. Kisah novel Di Bawah Lindungan Ka'bah berhasil diangkat ke layar lebar pada 1982-2011.
Kemudian ada novel roman karya Buya Hamka berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang juga terkenal bahkan dijadikan film pada 2013.