Natsir: Politik Santun Di Antara Dua Rezim
Agar bisa baca buku, silakan lakukan Login!
loginMohammad Natsir orang yang puritan. Hidupnya tak berwarna-warni seperti cerita tonil. Tapi kadang kala orang yang lurus bukan tak menarik. Ia punya daya tarik sendiri: santun, bersih, konsisten, toleran, tapi teguh berpendirian.
Indonesia sekarang seakan-akan hidup di sebuah lingkaran setan yang tak terputus: regenerasi kepemimpinan terjadi, tapi birokrasi dan politik yang bersih, kesejahteraan sosial yang lebih baik, terlalu jauh dari jangkauan.
Natsir seolah-olah wakil sosok yang berada di luar lingkaran itu. Ia jujur, tajam, tegas dengan sikap yang diambil, bersahaja. Di balik kelemahlembutannya, ia membuat kita sadar: bertahan dengan sikap yang bersih, konsisten, dan bersahaja itu bukan mustahil meskipun penuh tantangan.
Hari-hari belakangan ini kita merasa teladan hidup seperti itu begitu jauh, bahkan sangat jauh. Kisah Natsir adalah satu cerita tentang "Tokoh Islam di Awal Kemerdekaan" yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan Tempo Juli 2008.
Serial ini menampilkan wajah beragam Islam Indonesia: dari dulu hingga kini selalu ada orang yang mengedepankan jalan moderat dan demokratis, tapi ada pula karena kekecewaan menyokong radikalisme dan kekerasan.
Devni Aulia Oktober XII MIPA 2
1 tahun yang laluBuku ini sangat bagus dan memberikan wawasan mendalam tentang perjuangan Mohammad Natsir. Membaca buku ini, kita bisa lebih memahami bagaimana Natsir mengelola prinsip politik yang santun di tengah perubahan rezim, serta kontribusinya terhadap perkembangan politik Indonesia.
Alyssa Rahma M 12 MIPA 6
1 tahun yang laluBukunya bagus dan bisa bikin kita kenal keteladanan dari Mohammad Natsir dalam mengedepankan kepentingan negara.
Razi Maulana 12 MIPA 4
1 tahun yang laluBuku ini sangat bagus untuk dibaca oleh semua kalangan, karena bahasa yang digunakan mudah dipahami, sistematis dan terstruktur.
-
- 2 tahun yang lalu
Buku ini sangat bagus untuk dibaca oleh semua kalangan, karena bahasa yang digunakan mudah dipahami serta sistematis dan terstruktur. Namun ada sedikit kekurangan yaitu tidak ada ilustrasi atau foto yang menggambarkan kejadian pada masa itu. -
- 1 tahun yang lalu
Buku ini keren banget buat yang pengen tahu Mohammad Natsir. Menurut aku sih beliau itu tipe pemimpin yang jarang ada sekarang... jujur, sederhana, tapi tegas. Kisah hidupnya nunjukin kalau jadi politisi nggak harus drama, tapi tetap bisa bikin perubahan besar. Terus buku ini nggak cuma bahas perjuangan politiknya aja, tapi ada sisi kayak gimana beliau tetap hidup sederhana walau jadi pejabat penting. Walau gaya bahasanya ada bagian yang agak berat. Tapi overall, buku ini menginspirasi bangett!!!! -
- 1 tahun yang lalu
Buku ini sangat bagus dan memberikan wawasan mendalam tentang perjuangan Mohammad Natsir. Membaca buku ini, kita bisa lebih memahami bagaimana Natsir mengelola prinsip politik yang santun di tengah perubahan rezim, serta kontribusinya terhadap perkembangan politik Indonesia. Keberanian dan kebijaksanaannya dalam menghadapi tantangan politik, serta kemampuannya menjaga integritas pribadi, menjadikan Natsir sebagai teladan dalam dunia politik. Buku ini sangat penting untuk memahami tidak hanya sejarah politik Indonesia, tetapi juga nilai-nilai kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam kehidupan politik masa kini. -
- 1 tahun yang lalu
Buku ini bagus banget! memberikan wawasan lebih dalam tentang perjuangan Mohammad Natsir. Dimana kita juga bisa memahami tidak hanya sejarah politik Indonesia, tetapi juga nilai-nilai kepemimpinan yang diterapkan oleh beliau
Alima Chayara XII MIPA 7
1 tahun yang laluSetelah membaca buku ini, saya merasa semakin mengagumi sosok Mohammad Natsir, baik sebagai seorang pemikir maupun seorang politisi. Buku ini berhasil menggambarkan Natsir bukan hanya sebagai tokoh penting dalam sejarah Indonesia, tetapi juga sebagai contoh figur yang teguh memegang prinsip dalam situasi politik yang penuh gejolak. Penulis menyajikan perjalanan hidup Natsir dengan cara yang sangat mendalam dan informatif, memberikan gambaran jelas tentang bagaimana ia beradaptasi dan bertahan di bawah dua rezim besar Indonesia: Soekarno dan Soeharto.